Menyemai Biji-Biji Kebajikan

Menyemai Biji-Biji Kebajikan

Pagi ini, saya melaksanakan gotong royong kecil-kecilan di pekarangan dan membersihkan kebun bersama ibuku tercinta. Menghabiskan akhir pekan ini dengan sebuah cangkul, sebatang sapu lidi dan sebuah gunting tanaman sambil tertawa dan bercerita dengan berbagai tema.

Ketika ayunan ringan si cangkul sampai pada segerombol tanaman kembang baru nan begitu banyak, mendadak saya dibuat takjub. Ada begitu banyak batang nan tumbuh di sana dengan tinggi rata-rata 10 cm. Masya Allah, kenapa selama ini luput oleh perhatianku? Batinku.

Dahulu, tanaman kembang itu hanya satu atau dua batang saja. Bunga itu sudah mengembang dan menjulang tinggi. Warnanya ungu tua dan sangat cantik. Setelah ia meranggas dan mati, rupanya ia meninggalkan begitu banyak bibit. Ya, bahkan setelah ia tercerabut dari tanah dan menjadi lapuk bersama bakteri, bersamaan dengan itu pula, bertumbuh begitu banyaaak bunga-bunga lainnya. Sepeninggalnya.

Lama kuperhatikan tanaman itu. Hingga sebingkai senyum kuulas buat sebuah pelajaran berharga nan diajarkan oleh sang kembang itu kepadaku. Ya, kembang itu dan segenap kejadian alam telah memberikan banyak pelajaran pada kita. Dari sang bunga, saya memetik sebuah hikmah, ibroh dan pelajarn berharga.

Bunga itu mengajarkan soal menebarkan kebaikan dan memberikan kemanfaatan pada banyak orang. Lihatlah, satu atau dua batang saja, lalu setelah ia meninggalkan begitu banyak biji-bijinya, bertumbuhanlah begitu banyak kembang sejenis. Masya Allah…. Barang kali, begitu pula halnya dengan kebaikan nan kita semaikan biji-bijinya. Mungkin, ketika pertama kali, hanya kita atau mungkin satu dua orang saja. Akan tetapi, ketika kita terus menyebarkan biji-biji kebaikan dan senantiasa mengajak pada kebaikan, masya Allah… setelah kita, di sekeliling kita, bertumbuhanlah kebajikan nan banyak. Bahkan, setelah kita sudah tidak lagi berada di atas bumi ini.

Untuk ini, Allah memberikan ganjaran nan tak tanggung-tanggung. Nilai kebajikan nan sama seperti orang nan melaksanakan kebajikan itu, tanpa mengurangi pahala mereka. Jika kita semaikan ajakan dan biji kebajikan itu dan diikuti oleh banyak orang, maka sungguh, ia akan menjadi investasi nan Allah ganjar dengan nilai pahala nan banyak. Sebanyak orang nan melakukannya tanpa mengurangi sedikitpun bagian investasi mereka. Masya Allah…

Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshary Al Badry ra. Berkata, Rasulullah SAW bersabda,“Barang siapa nan member petunjuk kepada kebaikan maka ia mendapat pahala seperti pahala orang nan mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. Bahwasannya Rasulullaah SAW bersabda, “Barang siapa nan mengajak pada petunjuk/kebenaran maka ia mendapat pahala seperti pahala-pahala orang nan mengerjakannya dengan tak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa nan mengajak kepada kesesatan maka ia mendapat dosa seperti dosa-dosa orang nan mengerjakannya dengan tak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)

Dan ternyata, ini berlaku juga buat biji-biji kejahatan dan keburukkan. Ketika ajakan kepada kesesatan membuat biji-biji kesesatan itu bersemai di sekeliling kita, maka, kita pun menabung investasi dosa. Astaghfirullaah…Na’udzubillaah tsumma na’udzubillah…

Wahai diriku, juga dirimu… Semoga ini menjadi pengingat bagi diri kita semua buat senantiasa MELAKSANAKAN dan juga sekaligus menyemaikan biji-biji kebajikan di sekeliling kita. Agar nan bertumbuh ialah pohon-pohon kebaikan, bukan pohon-pohon kemungkaran. Jangan pernah remehkan ajakan sederhana baik itu kebajikan maupun keburukan. Karena, boleh jadi, biji-biji kebajikan nan kita kira sederhana itulah nan akan membuat bertumbuhnya banyak kebajikan nan sama di sekeliling kita. Pun begitu halnya dengan biji keburukan. Jangan remehkan biji-biji keburukan sekecil apapun itu, sebab boleh jadi saja, biji-biji itu akan bertumbuh pula nan akan menjadi ‘investasi dosa’ bagi kita, Karena pada kitalah bermulanya…

Astaghfirullaah lii walakum…

Mari saling berlomba buat menyemai biji-biji kebajikan…

Mari saling mengingatkan ketika diri kita atau saudara kita tergelincir…

Alhaqqu min rabbik…falaa takunanna minal mumtariin…

Oase iman

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy