Mimpi Basah di Dalam Masjid

Mimpi Basah di Dalam Masjid

Saya pernah tidur di masjid, dan tanpa aku sadari aku mimpi basah saat tidur. Apa nan harus aku lakukan?

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masjid itu terlarang dimasuki oleh orang nan sedang dalam keadaan janabah. Seperti wanita nan sedang haidh, nifas atau sehabis interaksi seksual sebelum mandi. Termasuk juga mereka nan sehabis mimpi keluar mani, hukumnya dilarang buat masuk masjid.

Namun bila seseorang sedang berada di masjid, lalu mendapatkan hal-hal nan mengakibatkannya berhadats besar, seperti mimpi hingga keluar mani, atau mendapatkan haidh/ nifas, maka segera sajalah buat keluar dari area masjid.

Dari segi dalil, ada sebuah ayat Al-Quran Al-Karem nan amat masyhur nan bisa kita jadikan sebagai landasan, yaitu:

Hai orang-orang nan beriman, janganlah kamu mendekati shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa nan kamu ucapkan, sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari loka buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah nan baik; sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun. (QS. An-Nisa: 43)

Sebagian dari para mufassir di antaranya juga dikatakan oleh As-Syafi’i bahwa nan dimaksud tak boleh mendekati shalat ialah tak boleh mendekati atau masuk ke loka shalat yaitu masjid. Maka ayat ini oleh para ulama dijadikan dalil dari haramnya seseorang dalam keadaan junub buat masuk ke masjid, kecuali bila terpaksa dan sekedar lewat saja. (lihat Tafsir Al-Qurthubi)

Maka dengan demikian, bila kebetulan ada kasus seperti nan Anda tanyakan, yaitu tertidur di dalam masjid kemudian mimpi hingga keluar mani, maka segera harus keluar masjid. Karena keadaan seorang nan sedang janabah tak boleh masuk ke dalam masjid. Dan bila sudah terlanjur ada di dalamnya, harus segera keluar.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Thaharah

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy