Minuman Green Sand Bebas Alkohol, Bolehkah Dikonsumsi?

Minuman Green Sand Bebas Alkohol, Bolehkah Dikonsumsi?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini kita sebagai konsumen dihadapkan dengan berbagai pilihan makanan dan minuman. Begitu beragamnya makanan dan minuman ini membuat aku seringkali bingung apakah makanana dan minuman ini dikategorikan hala atau haram.

Salah satunya ialah minuman ringan Green Sand nan berbandrol Bebas Alkohol ini masih membuat aku kebingungan. Hal ini didasarkan pada dahulu produk Green Sand mengandung alkohol +/- 2% nan berarti haram buat dikonsumsi. Namun sekarang minuman Green Sand berubah kemasan dengan menonjolkan bandrol Green Sand bebas Alkohol.

Yang menjadi pertanyaan aku ialah apakah minuman Green Sand various rasa dengan label "bebas alkohol" ini halal buat dikonsumsi atau masih meragukan atau tetap haram?

Demikian pertanyaan saya, terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita memang seringkali melihat iklan merek minuman nan selama ini dikategorikan sebagai khamar, tapi tegas sekali menyebutkan bahwa kandungan alkoholnya 0%. Iklan seperti ini tentunya sangat membingungkan. Sebab produk tersebut selama ini dikenal sebagai khamar (minuman keras), kenapa tiba-tiba memajang tulisan besar Alkohol 0%?

Apakah berarti produk minuman itu bukan khamar?

Tidak jelas, tetapi pesan nan mungkin banyak ditangkap seolah ingin menghilangkan mitos bahwa produk tersebut bukan termasuk khamar, lantaran sudah tak mengandung alkohol.

Lalu bagaimana sikap kita dengan klaim ini?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menegaskan bahwa Bir Bintang dan Green Sand nan sekarang ini berkampanye menyatakan bahwa kandungan minuman produk mereka tak mengandung Alkohol ialah tetap haram.

Ada beberapa alasan nan dikemukakan, di antaranya

1. Masalah tak terdeteksinya kadar Alkohol itu bukan berarti agunan bahwa minuman itu sudah 100% tak ada Alkoholnya.

Tidak terdeteksinya alkohol pada alat nan digunakan Forum Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia (LP-POM MUI) dapat jadi dikarenakan limit deteksi alat nan dimiliki lebih tinggi dari kandungan alkohol nan mungkin ada dalam kedua minuman tersebut.

Adapun alat yangdi gunakan memiliki limit deteksi 0,1% atau 1 ppm. Sehingga jika hasil pengukuran kemudian didapatkan tak terdeteksi, maka bukan berarti produk tersebut tak mengandung alkohol. Boleh jadi kandungan alcoholnya di bawah 0.1 persen.

2. Alasan lain ialah dasar nan mengacu kepada Fatwa MUI no 4 tahun 2003. Disebutkan dalam fatwa itu, "Tidak boleh mengkonsumsi dan menggunakan makanan/minuman nan menimbulkan rasa/aroma (flavor) benda-benda atau binatang nan diharamkan."

Untuk kasus Bintang Zero, adanya proses pengimitasian terhadap barang haram sehingga akan mengajarkan konsumen muslim buat menyukai sesuatu nan haram. Sedangkan pada Green Sands, proses pembuatannya sama sekali tak berbeda dengan pembuatan bir, di mana pada termin akhir ada usaha buat menghilangkan alkohol.

Dengan demikian, iklan itu sama sekali tak membuat produk itu menjadi halal dikonsumsi. Produk itu tetap haram, sebab jati dirinya tetap khamar.

Wallahu a’lam bishshawab. Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Makanan

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy