Momentum Berkurban

Momentum Berkurban

Selamat merayakan ‘Idul Qurban 1430 H.

Merayakan? Mungkin tepatnya ialah memaknai ‘Idul Qurban. Berawal dari begitu tulusnya seorang ayah nan rela mengorbankan harta teramat berharga nan menjadi miliknya. Seorang anak nan cakap, menjelang remaja dengan performa nan begitu menyejukkan mata dan hati Sang Ayah. Bahkan kehadirannya pun telah terlalu lama dinantikan. Berpuluh tahun mendambakan kehadiran seorang penerus generasi. Melalui banyaknya perjuangan dan pengorbanan buat mendapatkannya, akhirnya Allah SWT mengamanahkan seorang anak nan sholih dan mendekati sempurna. Bukankah ini ialah harta nan amat mahal?

Namun, apalah artinya harta dan kesenangan dibandingkan dengan keridhoan dari Sang Pencipta. Barangkali terlalu banyak hamba nan mudah mengucapkan cinta kepada-Nya melebihi cinta kepada harta duniawi. Hingga bila telah datang ujian-Nya, konkret kan terbukti apakah kata nan diucapkan ‘kan mampu buat dijalani.

Kala itu, Ismail menjelang remaja. Dalam usia nan masih belia, ia memiliki pola fikir dan kematangan nan lebih dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Ismail begitu dewasa dan sangat cepat menerima, memahami, sekaligus mengamalkan segala nilai-nilai ketuhanan nan dibawa dan diajarkan oleh ayahnya, Ibrahim AS.

Ketika Ibrahim bermimpi menerima perintah buat menyembelih Ismail, Ibrahim AS mampu membuktikan cintanya kepada Sang Kholiq melebihi segalanya. Ismail nan begitu tampan dan selama ini menghiasi latif hari-harinya, mesti dikurbankan…. Ibrahim yakin, bahwa dibalik perintah Allah SWT nan begitu mengaduk-aduk perasaannya, tersimpan hikmah nan lebih besar lagi. Dengan sangat hati-hati beliau menceritakan kepada anak kesayangannya tersebut.

"Wahai anakku, sesungguhnya saya bermimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka fikirkanlah, bagaimana pendapatmu?" Ibrahim menunggu pendapat buah hatinya dengan berdebar.

Ternyata jawaban nan didapatkannya, jauh dari nan dibayangkan. Ibrahim mengira sang buah hati akan mengajukan dulu beberapa pertanyaan. Ternyata pemahaman Ismail akan selebaran nan dibawa ayahnya telah jauh lebih tinggi dari nan sewajarnya. Ismail faham betul, bahwa mimpi dari seorang nabi seperti ayahnya, bukanlah sembarang mimpi. Mimpi seorang nabi ialah wahyu, dan perintah Allah SWT tersebut mengandung hikmah tentunya.

" Wahai ayahku…, lakukanlah apa nan diperintahkan-Nya kepada ayah. Insya Allah… engkau akan mendapatiku termasuk orang nan sabar."

Dengan mata terpejam dan hati nan pasrah, Ibrahim AS melaksanakan kurban, menyembelih putera kesayangannya. Dan sahih saja ketika hikmah nan diyakini mereka seketika terwujud. Cinta Allah SWT kepada Ibrahim dan Ismail tentu saja melebihi cinta mereka berdua kepada-Nya. Ibrahim nan telah membuktikan bakti cintanya kepada Allah SWT, dianugerahi ni’mat berupa ketentraman dan kebahagiaan nan luar biasa, ketika menemukan putera nan sedianya dikurbankan, diganti oleh Sang Maha Berkehendak dengan seekor kambing qibas. Subhanallah…

Dan Kami abadikan buat Ibrahim pujian di kalangan orang-orang nan datang kemudian, "Selamat sejahtera bagi Ibrahim" (QS As-shoffat 108-109)

Barangkali kita sebagai ummat penerus para nabi, tidak ‘kan sanggup menyamai kecintaan mereka kepada Sang Kholiq. Meski demikian, momentum peringatan ‘Idul Adha hendaknya mampu memompa semangat kita buat tetap berusaha meneladani dan mengikuti kecintaan mereka, seoptimal kemampuan nan ada.

Berkurban…tak kan teruji hanya dengan menyisihkan milik kita, buat diberikan bagi sesama dalam pandangan mata. Mempersembahkan hewan kurban di setiap tahun, juga belum menjamin makna pengorbanan sejati. Berkorban sejati, baru dapat dibuktikan ketika ada keselarasan dzohir berupa amaliah dengan hati dan fikiran. Hati nan senantiasa ridho mempersembahkan amalan terbaik dalam setiap aktivitas. Fikir nan terus menerus menjelajah buat menemukan terobosan baru bagi kebenaran. Dan amaliah nan ‘kan mewujudkan segala ‘azam sebelumnya…

Melalui momentum ‘Idul Adha kali ini, aku berhenti sejenak buat meneliti kembali perjalanan nan telah dilalui. Sejauh ini, sudahkah aku berkorban? Allahu a’lam.

fivym.multiply.com

Oase iman

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy