Nafkah Bagi Anak-Anak

Nafkah Bagi Anak-Anak

Assallamualaikum wr. Wb.

Mbak Anita,

Saya berharap sekali mbak berkenan menjawab dan memberikan pendapat tentang masalah ini.

Mbak, aku dan suami pernah bercerai dikarenakan suami menikah lagi dan aku tak mau dimadu. Selama tiga tahun suami meninggalkan kami begitu saja tanpa ada komunikasi.

Kami berjumpa kembali pada saat orang tua suami meninggal, kemudian dia mengajak aku buat rujuk dan dia bersedia menceraikan isterinya dengan talak tiga sebab pernikahannya di bawah tangan tanpa adanya surat. Namun setelah setahun pernikahan kami berjalan wanita tersebut datang ke rumah meminta cerai dari suami saya.

Tidak berapa lama, sekitar 6 bulan kemudian, wanita tersebut datang kembali dan mengajukan cerai. Saya binggung apa ada perceraian nan seperti dibuat mainan. Akhirnya suami aku menalaknya di kertas bersegel dan aku ikut tanda tangan sebagai saksi.

Mbak, sebab aku sudah lelah dengan kebohongan suami dengan wanita tersebut, akhirnya aku mengajukan somasi cerai ke pengadilan agama. Selama proses peradilan suami tak hadir. Akhirnya jatuh talak.

Yang aku mau tanyakan, adakah kewajiban dalam Islam suami buat menafkahi anak-anaknya, sedangkan kami sudah bercerai. Sedangkan suami telah meninggalkan begitu saja tanpa adanya komunikasi terhadap anak-anaknya.

Wassallamualaikum wr. Wb.

Assalammu’alaikum wr. wb.

Ibu Desita nan baik,

Tentu tak mudah perjalanan rumah tangga ibu bersama suami, sehingga akhirnya harus memutuskan buat bercerai dengannya. Hilangnya kepercayaan di dalam rumah tangga memang kendala besar dalam membangun interaksi nan serasi antara suami dan isteri. Dan ibu sudah memutuskan buat berpisah dari suami dan apa nan terjadi berarti sudah menjadi suratan takdir nan harus dijalani dan diterima.

Di dalam Islam ikatan sebagai seorang suami atau pun isteri memang hanya berlangsung selama pernikahan tersebut terjadi. Namun interaksi orang tua dan anak tak terputus sampai akhir hayatnya, karenanya tidak pernah ada mantan anak atau mantan ayah dan ibu. Oleh sebab itu Orang tua nan bercerai tetap memiliki tanggungjawab atas kehidupan anak-anaknya.

Ibu tetap punya peranan dalam pengasuhan dan pemeliharaannya, sedangkan ayah selain tetap bertanggung jawab secara moral sebagai orangtua juga punya kewajiban buat terus menjamin kesejahteraan hayati anak-anak mereka (nafkah materi) sampai anak-anak tersebut cukup umur buat mandiri. Jadi tak sahih ketika anak tinggal dengan salah satu orang tua mereka setelah bercerai kemudian nan lain lepas tanggungjawab sama sekali.

Jadi nafkah atau biaya hayati anak-anak ibu tetap menjadi kewajiban suami ibu, meskipun anak-anak itu tak tinggal bersama ayahnya. Selain masalah materi seharusnya ayahnya juga tetap berkewajiban buat memantau perkembangan mereka dan memastikan bahwa mereka terpelihara kehidupannya baik lahir maupun batin.

Ibu nan penyabar, mungkin mantan suami saat ini sedang mengalami masa nan cukup berat dengan kehilangan anak dan isterinya meskipun itu sebab hasil perbuatannya sendiri. Sebagian orang mencoba menghilangkan perasaan sakit jiwanya dengan melarikan diri dari masa lalunya sehingga memutuskan buat tak lagi mau berhubungan dengan apa nan pernah dijalaninya.

Jika mencoba berprasangka baik, mungkin masa-masa ketidakpedulian mantan suami saat ini ialah masa di mana dia sedang menata diri menghadapi fenomena nan getir (kehilangan anak dan isterinya). Karena itu tetaplah berdoa buat kebaikannya agar dia segera dituntun kembali kejalan-Nya dan tak melalaikan kewajibannya. Meskipun laki-laki tersebut sudah tak memiliki keterikatan lagi dengan ibu tetapi mereka tetap ayah dari anak-anak ibu.

Dan tentunya setiap anak menghendaki ayahnya ialah pribadi nan baik.Oleh sebab itu sangat krusial bagi anak buat dijaga rasa hormatnya kepada ayah kandungnya. Hindari buat membicarakan keburukan ayah mereka sebab hal itu tak akan bernilai apapun selain menanamkan kebencian nan bisa merusak jiwa anak-anak sendiri. Apapun nan terjadi dalam interaksi antara seorang suami dengan isteri maka upayakan seminimal mungkin pengaruh jelek nan diterima oleh anak.

Wallahu a’lam bishshawab. Wassalammu’alaikum wr.wb

Rr Anita W.

Konsultasi

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy