Pakaian Bidan

Pakaian Bidan

Assalamua’laikum Wr. Wb.

Semoga Ustaz selalu dalam lindungan Allah Swt. To the point saja. Bagaimana Islam memandang baju bidan nan bekerja di rumah sakit atau rumah bersalin yangpakaian bajunya masih terlihat lengannya sampai siku? Walaupun bidan tersebut telah menutup aurat lainnya dengan baik?

Selain itu baju tersebut hanya digunakan bidan tersebut saat dinas saja dan setelah dinas memakai baju nan menutup aurat dengan sempurna. Bagaimana menurut ustaz?

Alasan bidan tersebut ialah buat mempermudah proses melahirkan bayi sebab saat melahirkan bayi sering berhubungan dengan darah dan keleluasaan bidan buat membantu proses melahirkan.

Dengan jawaban ustaz nan sejelasnya aku ucapkan jazakallah

Wassalamua’laikum Wr. Wb.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Aurat wanita itu wajib ditutup agar tak terlihat oleh laki-laki asing (ajnabi) nan bukan mahramnya. Dan batasannya nyaris sudah disepakati oleh para ulama, yaitu seluruh tubuhnya kecuali paras dan kedua tapak tangan.

Keringanan atas kewajiban menutup aurat ini akan ada keringanan bila memang ada udzur syar’i. Dan pekerjaan menolong wanita nan melahirkan nan dilakukan oleh seorang bidan, tentu saja sangat syar’i.

Asalkan nan perlu diperhatikan, terbukanya sebagian aurat itu hanya pada saat diperlukan saja. Kalau bukan sedang in-action, tentu saja tak boleh dibuka. Sinkron dengan kaidah fiqhiyah:

Adh-Dharuratu Tuqaddar bi Qadriha (Kedaruratan itu harus disesuaikan dengan kadar kepentingannya).

Sehingga boleh membuka sebagian aurat itu hanya pada saat memang benar-benar sedang diperlukan saja. Bila telah selesai, meski masih dalam status bertugas, tetap wajib ditutup dengan sempurna.

Demikian juga tentang batasan nan boleh terbuka, harus disesuaikan dengan kepentingannya. Bila nan dibutuhkan hanya kedua tangan sampai siku, maka hanya sampai siku itu saja nan boleh terlihat.

Selain itu hal nan lebih meringankan ialah bahwa di dalam ruang persalinan itu umumnya tak ada laki-laki asing. Kecuali mungkin suami dari wanita nan melahirkan saja.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.

Umum

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy