Pengobatan dengan Memanfaatkan Jin

Pengobatan dengan Memanfaatkan Jin

Assalamu’alaikum ustad,,

saya ingin bertanya,,di kampung aku ada seorng anak muda nan dapat mnyembuhkan orng nan kemasukan jin, orngnya baik, rendah hati, dulu aku pernah merasa ada sesuatu dalam tubuh saya,setiap aku mndengar al-qur’an telinga aku rasanya sakit sekali,dan ada hal2 nan tak mengenakkan bagi saya,,terutama buat ibadah,kemudian aku konsultasi dan berobat pada orang itu, mulailah dia memanggil jinnya,,katanya itu jin islam,,mulailah kami komunikasi (saya dan jin dlm tubuh orng itu), kata dia aku di santet orng, dia blang lagi, ditubuh kamu ada rimung aulia(harimau ulama), jdi ada nan menetralkan sehingga tdak sampai fatal,,setelah itu dia mngeluarkan jin dursila itu, dan aku mrsa baikan,,saya ingat ada jin satu lagi,katanya jin islam.mka aku blang ma dia, kluarkan saja jin ini, aku kurang ska hal2 mistis, dia blang, ngak apa2 biarin aja di stu, itu jadi sahabat kamu, sampai sekarng dia masih (entah dalam tubuh atau mngekuti) saya..yang ingin aku tanyakan ustad,,bagaimana aku harus bersikap,,satu segi aku takut sombong, musrik, satu sisi aku mnghargai pendapat kwn( dukun muda tersebut), dia selalu bilang,”untuk menyembuhkan orng, tak ada embel2 lain, aku kasih uang pun dia tolak, terima kasih ustad atas segalanya

Waalaikumussalam Wr Wb

Ibnu Taimiyah didalam kitabnya “Daqoiq at Tafsir” menjelaskan tentang meminta donasi kepada jin ada tiga macam :

1. Diharamkan : meminta donasi kepada mereka buat perkara-perkara nan diharamkan, seperti : perbuatan keji, kezhaliman, syirik, mengatakan terhadap Allah tanpa ilmu. Terkadang mereka menganggap hal ini bagian dari karomat orang-orang shaleh padahal ia ialah bagian dari perbuatan-perbuatan setan.

2. Mubah (boleh) : meminta donasi mereka didalam perkara-perkara nan mubah (dibolehkan), seperti : menghadirkan hartanya atau menunjuki loka nan di situ terdapat harta nan tidak bertuan atau melindungi dari orang-orang nan hendak menyakitinya atau sejenisnya. Dalam hal ini seperti permintaan donasi seorang manusia kepada manusia lainnya.

3. Menggunakan mereka didalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana mereka menggunakan manusia didalam hal ini lalu menyuruh mereka melakukan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya serta melarang mereka melakukan apa-apa nan dilarang Allah dan Rasul-Nya sebagaimana memerintahkan manusia kepada perbuatan nan ma’ruf dan mencegah mereka dari perbuatan nan munkar. Ini ialah keadaan Nabi kita saw dan keadaan orang-orang nan mengikutinya dari umatnya dan mereka ialah sebaik-baik makhluk. Mereka memerintahkan manusia dan jin dengan apa-apa nan diperintahkan Allah dan Rasul-Nya serta melarang manusia dan jin terhadap apa-apa nan dilarang Allah dan Rasul-Nya sebab Nabi kita Muhammad saw diutus dengan perkara tersebut kepada manusia dan jin.

Allah swt berfirman :

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Artinya : “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, saya dan orang-orang nan mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah nan nyata, Maha kudus Allah, dan saya tiada Termasuk orang-orang nan musyrik”. (QS. Yusuf : 108)

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya : “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, pasti Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran : 31)

Umar tatkala menyeru pasukannya,”Wahai Pasukan bukit” seraya berkata,”Sesungguhnya Allah memiliki tentara-tentara nan akan menyampaikan suaraku dan tentara-tentara Allah ialah dari kalangan malaikat, jin-jin nan shaleh.” Maka tentara-tentara Allah telah menyampaikan suara Umar didengar oleh pasukan tersebut, yaitu mereka menyerunya seperti suara Umar. Jika tak maka suara Umar sendiri tentunya tak akan sampai kepada mereka dikarenakan jauhnya jeda diantara mereka. (Daqoiq at Tafsir juz II hal 138 – 139)

Jadi menggunakan jin dapat termasuk mubah didalam perkara-perkara mubah dan dapat haram didalam perkara-perkara nan diharamkan. Karena itu hendaklah Anda ketika diobati teman Anda nan memanggil jinnya dan meminta donasi kepadanya perlu mengetahui wahana nan digunakannya. Apabila wahana nan digunakannya ialah nan dibolehkan maka hal tersebut bolah akan tetapi jika menggunakan cara-cara nan diharamkan maka hal itu menjadi haram.

Akan tetapi nan terbaik ialah tak meminta donasi kepada jin, berbincang-bincang denganya atau bersandar kepadanya dikarenakan hal tersebut bisa menyeret andakepada kerusakan dan kesesatan. Dan seandainya didalam meminta donasi dengan jin itu terdapat kebaikan pastilah Rasulullah saw dan juga para sahabatnya melakukan hal nan demikian Anda tak perlu terlalu dipusingkan oleh perkataan teman dukun Anda dengan jinnya kalau didalam diri Anda masih ada harimau ulama sebab hal itu belum tentu kebenarannya dan sebaiknya Anda abaikan saja lalu perbanyaklah ibadah kepada Allah dan menyandarkan segala sesuatu kepada-Nya dan tak kepada selain-Nya. Dan Allah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo

Bila ingin memiliki  karya beliau dari  kumpulan jawaban jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab , silahkan kunjungi link ini :

Resensi Buku : Fiqh Pada masa ini nan membahas 100 Solusi Masalah Kehidupan…

 

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy