Ramadhan Bulan Peduli Akhirat (2)

Ramadhan Bulan Peduli Akhirat (2)

Melalui ibadah puasa di bulan Ramadhan Allah ta’aala menghendaki orang-orang beriman agar meraih derajat taqwa. Ibarat sebuah pusdiklat, maka madrasah Ramadhan diharapkan akan meluluskan peserta pusdiklat berupa muttaqin (orang-orang bertaqwa).


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا
كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

”Hai orang-orang nan beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqarah ayat 183)

Siapakah orang-orang nan bertaqwa? Pastikan kita menjadi orang bertaqwa menurut kriteria fihak nan memprogram pusdiklat. Jangan kita ikut sebuah pusdiklat lalu sebagai peserta kita nan menggariskan tolok ukur kelulusan. Serahkan evaluasi lulus atau tak para peserta pusdiklat kepada pembuat program pusdiklat.

Demikian pula dengan program pusdiklat berupa bulan Ramadhan. Serahkan evaluasi lulus atau tidaknya kepada perancang program Ramadhan, yakni Allah ta’aala. Apa kriteria orang beriman nan sukses meraih predikat taqwa?

Pertama, menurut Allah ta’aala seorang nan bertaqwa ialah orang nan telah terbentuk dalam dirinya penghayatan bahwa alam kehidupan kekal akhirat lebih baik daripada alam kehidupan fana dunia.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

”Dan tiadalah kehidupan global ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang nan bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

Kedua, menurut Allah ta’aala orang bertaqwa ialah orang nan lebih mengharapkan pahala atau ganjaran atau reward di akhirat daripada reward atau pahala di dunia. Sebab ia tahu dan konfiden bahwa pahala di global bersifat sementara dan artifisial (menipu). Sedangkan pahala di akhirat bersifat kekal dan hakiki.

وَلَأَجْرُ الْآَخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

”Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang nan beriman dan selalu bertaqwa.” (QS Yusuf ayat 57)

Sehingga dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan betapa dahsyatnya penderitaan di neraka sehingga melupakan seseorang akan kesenangannya sewaktu di dunia. Dan betapa luar biasanya kesenangan di surga sehingga melupakan seseorang akan kesengsaraannya sewaktu di dunia.

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

"Pada hari berbangkit didatangkan orang nan paling ni’mat hidupnya di global dari pakar neraka. Maka ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ditanya, "Hai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesenangan? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?" Ia menjawab, "Tidak, demi Allah wahai Rabb." Dan didatangkan orang nan paling sengsara hidupnya di global dari pakar surga. Maka ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya, "Hai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesengsaraan? Apakah kamu pernah merasakan penderitaan?" Ia menjawab, "Tidak, demi Allah wahai Rabb. Aku tak pernah mengalami kesengsaraan dan tak pula melihat penderitaan" (HR Muslim 5018)

Ketiga, menurut Allah ta’aala orang bertaqwa sangat bergairah menyambut tawaran Allah ta’aala buat berkompetisi meraih kesuksesan di akhirat berupa ampunan Allah ta’aala dan surgaNya nan seluas langit dan bumi. Orang bertaqwa tak bergairah manakala menyaksikan kompetisi kaum materialis dan sekularis merebut kesuksesan di global nan fana dan penuh fatamorgana.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga nan luasnya seluas langit dan bumi nan disediakan buat orang-orang nan bertaqwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

Jika kita perhatikan pesan-pesan Allah ta’aala dan RasulNya, pasti tak akan dijumpai satupun ayat atau hadits nan menganjurkan orang beriman berlomba meraih kesuksesan duniawi. Selalu saja ayat nan bicara mengenai anjuran bersegera dan berkompetisi ialah berkenaan dengan kesuksesan ukhrowi.

خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

”…laknya ialah kesturi; dan buat nan demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba…” (QS Al-Muthaffifiin ayat 26)

Ayat di atas terdapat di antara ayat-ayat nan menggambarkan kesenangan para penghuni surga.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam surgaMu dan peliharalah kami dari azab nerekaMu. Amin ya rabb.-

Suara langit

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy