Rezeki Halal itu Menanti Usahamu Untuk Meraihnya

Rezeki Halal itu Menanti Usahamu Untuk Meraihnya

Bersungguh sungguhlah buat selalu berniat mencari rezeki nan halal. Dan yakinlah bahwa rezeki itu sudah dibagi bagi dan diukur. Rezeki itu menanti usahamu buat diraihnya, atau rezeki itu memang bukan milikmu sebagai ujian dan cobaan supaya engkau ikhlas menjauh darinya dengan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Wara dan merasa diawasi oleh Allah.

Tidak ada wara nan bisa mengenakkan hati, namun bisa menjernihkan ruhani, bisa menyelamatkan agama, membersihkan jiwa, mensucikan hati dan bisa berhati hati terhadap harta haram. Jika syara telah menyarankan buat menjauhi harta haram, maka begitu juga ia menyarankan dari harta nan subhat, maka seorang muslim harus menjauhi dari keduanya dengan rasa takut demi keselamatan agama dan kejernihan ketakwaannya.

صحيح البخاري ٥٠: حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ لَا يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الْمُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ كَرَاعٍ يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلَا إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Shahih Bukhari : Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim Telah menceritakan kepada kami Zakaria dari ‘Amir berkata; saya mendengar An Nu’man bin Basyir berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang halal sudah jelas dan nan haram juga sudah jelas. Namun diantara keduanya ada perkara syubhat (samar) nan tak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa nan menjauhi diri dari nan syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa nan sampai jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia seperti seorang penggembala nan menggembalakan ternaknya di pinggir jurang nan dikhawatirkan akan jatuh ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah bahwa batasan embargo Allah di bumi-Nya ialah apa-apa nan diharamkan-Nya. Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah nan apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia ialah hati”.

Harta halal itu nikmat dan menjadi berkah kebaikan dan kebahagiaan, sebagaimana disebutkan oleh hadits nan dikeluarkan oleh Ahmad dan At Thabrani dengan sanad nan shahih dari Amr bin Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda , “ Harta nan paling baik ialah harta nan diberikan kepada seseorang nan shalih”  (Takharij Ihya 3-234)

Maka hati hatilah wahai saudara muslim dari harta nan haram , sebab harta nan haram itu merupakan penghalang antara hamba dan Tuhannya, dan nan paling pertama, harta haram itu dapat menghalangi terkabulnya doa.

“Sesungguhnya harta ini hijau dan manis. Siapa saja nan mendapatkannya dengan benar, maka ia akan diberkahi. Dan banyak sekali orang orang nan bergelut dalam harta sekehendak nafsunya, maka pada hari kiamat mereka hanya akan mendapatkan barah neraka (HR Bukhari)

Wahai saudaraku, naikkanlah derajat keimananmu sampai kepada prestise para ash shidiqqin, para wali dan para shalihin. Itu ialah derajat nan mulia. Derajat itu tak dapat dicapai hanya dengan sholat, hanya dengan puasa, hanya dengan shodaqoh, hanya dengan shalat sunnah, tanpa dibarengi wara’ dan taqwa. Apabila taqwa itu belum dapat mengendalikan hatimu, maka kamu akan tetap liar , selalu goyah dan tersesat. Taqwa tak begitu saja datang, akan tetapi akan terwujud dengan menjauhi syubhat. Allah akan mengetahui sampai sejauh mana ketaatan dan keikhlasanmu.

Dari Athiyyah As Saidi ra, ia berkata, rasulullah SAW bersabda,” Tidaklah mudah bagi seorang hamba buat sampai kepada derajat takwa kecuali ia meninggalkan sesuatu, sebab ia takut jika ia mengambilnya akan menjadi masalah (HR At Tirmidzi)  —RQ–

Aqidah

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy