Sahur, Bukan Sekedar Urusan Makan Dan Minum

Sahur, Bukan Sekedar Urusan Makan Dan Minum

Bulan puasa baru berjalan beberapa hari, namun bagi sebagian orang semangat sahur nan semula membara, perlahan mulai menurun. Saat awal puasa, jam 2.30 dini hari sudah banyak orang nan lalu lalang membeli makanan di warung nasi samping kontrakanku, kini mulai sepi kembali. Kemanakah mereka?

Rupanya sebagian ada nan masak sendiri, ada nan kebetulan giliran masuk kerja malam, sebagian sudah sahur tapi langsung tidur lagi, sebagian lagi belum bangun bahkan ada nan sengaja tak bangun buat sahur.

Mas Joko, sudah dua hari ini piket malam. Pak Danang dan keluarganya sudah bangun sejak pukul 2.00, langsung sahur dan tidak sampai 1 jam mereka sudah tidur lagi. Sementara mbak Tari sebenarnya pukul 3.15 sudah bangaun, tapi hanya matikan alarm dan tiduran lagi hingga akhirnya benar-benar tertidur pulas. Lain lagi dengan Om Yanto, bujangan satu ini memang sengaja tak bangun sahur. Menurutnya dia kuat puasa tanpa harus sahur. Hampir sama dengan Om Yanto, Om Nana yang suka begadang, menukar sahurnya dengan cara makan dulu sebelum tidur, agar tidak perlu ‘repot-repot’ bangun buat sahur.

Puasa tanpa sahur, dapat jadi puasanya tetap absah apabila sudah niat sejak malamnya, karena berbeda dengan niat, sahur memang tak menjadi syarat sahnya puasa. Tapi tak mungkin Rosululloh menjadikan makan sahur itu sebuah sunnah apabila tak ada ‘rahasia’ dibaliknya.

Sahur sebenarnya bukanlah sekedar urusan makan dan minum. Ada banyak hal nan bernilai ibadah nan dapat kita lakukan di waktu sahur. Ketika terbangun, tak mungkin kita langsung menyantap hidangan. Biasanya kita masih merasa ngantuk hingga tidak berselera buat makan. Sambil menunggu selera makan kita muncul, atau menunggu makanan dan minuman selesai disiapkan , kita dapat sholat tahajud terlebih dahulu. Sebenarnya bangun sahur ini kesempatan nan bagus sekali buat melatih kita bangun malam. Jika diluar Ramadhan kita merasa berat, maka di bulan Ramadhan ini kita dapat jadikan sebagai latihan. Dengan latihan selama sebulan penuh, semestinya kita akan menjadi terbiasa buat bangun dan sholat malam di bulan-bulan berikutnya. Bukankah pola hayati kita terbentuk dari sebuah Norma nan kita lakukan.

Bagi nan belum dapat melepaskan diri dari menonton televisi, acara santap sahur dapat kita gunakan sambil menambah ilmu dan wawasan keagamaan kita. Ada saluran televisi nan membuat acara spesifik nan dapat menambah ilmu agama kita, nan tak ada di luar Ramadhan. Tayangan seperti apa, itu tergantung pada pilihan kita, apakah tayangan nan bersifat tontonan ataukah tuntunan.

Rosululloh menyunahkan buat mengakhirkan waktu sahur kita. Kenapa? Salah satu hikmah dibaliknya adalah, dengan mengakhirkan waktu sahur kita, maka kita tak akan tertinggal buat sholat subuh berjamaah di masjid maupun mushola. Ketika waktu imsak datang, meski masih dapat kita gunakan buat makan maupun minum, namun setidaknya ini ialah rambu bahwa waktu subuh , batas dimulainya puasa sudah dekat. Jarak antara sahur dan subuh nan pendek, dapat kita gunakan buat membaca Al Qur’an sambil menunggu datangnya waktu shubuh. Dan jika azan sudah dikumandangkan, jangan sampai lupa buat melaksanakan sholat sunah fajar, sholat sunah nan lebih baik dibanding global dan seisinya. Hal ini menjadi susah apabila kita tak mengakhirkan sahur. Jeda nan panjang antara sahur dengan waktu shubuh, membuat kita menunggu dengan bersantai-santai atau tiduran nan seringnya malah menjadi tidur beneran, hingga akhirnya sholat subuhpun kesiangan.

Jadi, apakah Anda akan bangun sahur malam nanti? Kita dapat saja kuat menjalankan puasa tanpa harus makan sahur. Tapi bagiamanapun sahur ialah hak badan kita. Ibadah puasa tidaklah sama seperti sholat nan tak boleh melakukan gerakan-gerakan atau aktifitas lain kecuali sholat itu sendiri. Akan berlipat ganda pahala puasa bagi orang nan berpuasa dan tetap melakukan pekerjaan-pekerjaan rutinnya dibanding mereka nan melewati puasa hanya dengan tidur dan berdiam diri. Kegiatan dan ibadah kita akan lebih khusyuk jika kondisi badan kita sehat dan fit. Dan salah satu cara menjaga kondisi badan tetap sehat ialah dengan makan sahur.

Dan bagi nan sudah rutin bangun sahur, apakah sahur kita hanya sekedar makan dan minum? Seharusnya tidak. Jangan lewatkan kesempatan baik ini dengan sia-sia. Gunakan waktu sahur ini buat mencari keberkahan, sekaligus menambah amalan-amalan. Bukankah setiap amal di bulan Ramdhan akan dilipat gandakan pahalanya?

( Catatan: nama-nama di atas ialah nama samaran, bukan nama nan sebenarnya )

abisabila@ymail.com
abisabila.blogspot.com

Oase iman

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy