Saya Tidak Bahagia dengan Posisi Teller

Saya Tidak Bahagia dengan Posisi Teller

Assalaamu’alaikum wr. wb.

Pak Arief, kenalkan Pak, nama aku Mala. Saat ini aku baru bekerja sebagai teller di sebuah Bank. Ada nan ingin aku konsultasikan mengenai kondisi aku pada saat ini.

Begini Pak, pada saat ini aku agak meragukan pilihan karir nan aku ambil. Sebenarnya, pada saat lulus kuliah lalu, aku bercita-cita lumayan tinggi, seperti masuk program MT perusahaan multinasional atau karir lainnya nan menjanjikan perubahan lebih signifikan (baik bagi diri aku maupun komunitas saya).

Namun, kondisi keluarga nan sangat mengharapkan aku segera mandiri, memaksa aku menerima "tawaran pekerjaan layak pertama" yaitu pekerjaan nan aku jalani saat ini.

Setelah mendapatkan kesempatan merenung beberapa saat, aku merasa tak senang dengan kondisi saat ini. Posisi teller seperti sekarang ini, tak menjanjikan perubahan cepat.

Kemampuan kepemimpinan dan manajerial nan sempat aku pelajari saat kuliah dulu pun, sepertinya hilang begitu saja. Saya terpikir buat keluar, namun ada kontrak nan harus aku penuhi.

Menurut Pak Arief, apa nan harus aku lakukan dengan kondisi aku saat ini ? Terima kasih banyak Pak Arief.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

‘Alaikumussalaam wr. wb.

Mbak Bencana nan shalihat, alhamdulillah, seperti beberapa penanya sebelumnya, Allah menempatkan Anda dalam sebuah ujian kepemimpinan diri (self-leadership) nan menarik. Jika sukses lulus, insya Allah akan jauh lebih mudah buat mengembangkan kapasitas buat memimpin orang lain seperti nan Anda cita-citakan ketika kuliah dulu.

Saran aku Mbak Mala, sebelum melangkah lebih jauh, merdekakanlah diri Anda terlebih dahulu dari perasaan tidak berdaya. Intinya, tidak ada apapun atau siapapun nan bisa memaksa kita mengambil keputusan apapun. Pilihan karir Anda saat ini bukan sebab dipaksa oleh kondisi keluarga, melainkan sebab Anda memutuskan hal tersebut di masa lalu. Jadi, jika dulu Anda nan memutuskan maka tentu saja sekarang Anda mampu dan berhak membuat keputusan nan berbeda.

Saya merekomendasikan dua set kriteria keputusan nan mungkin relevan buat digunakan. Set kriteria keputusan nan pertama, sebab Mbak Bencana ingin mengembangkan kapasitas kepemimpinan diri, pertimbangkanlah sejauh mana berbagai alternatif nan ada di luar karir Anda saat ini menjanjikan peluang buat mengekspresikan concern Anda terhadap orang lain/masyarakat, menggerakkan perubahan, dan berkontribusi terhadap lingkungan dalam makna nan lebih luas?

Set kriteria keputusan nan kedua terdiri dari tiga kriteria. Pertama, sejauh mana alternatif karir tersebut menyediakan peluang bagi Mbak Mala, baik langsung maupun tak langsung, menyebarluaskan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan nan Anda yakini dalam arti nan seluas-luasnya? Misalnya, pekerjaan nan memungkinkan Mbak Bencana berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan tentunya punya nilai lebih pada kriteria ini.

Kedua, sejauh mana alternatif karir tersebut memungkinkan Mbak Bencana meningkatkan kapasitas dan kompetensi, baik hard-competencies maupun soft-competencies. Perlu diingat bahwa waktu ialah pengorbanan kita nan termahal dalam menempuh karir apapun. Oleh sebab itu, perlu dipastikan bahwa pengorbanan itu memberikan imbal hasil nan optimal dalam bentuk peningkatan kualitas diri.

Ketiga, sejauh mana alternatif karir nan dipertimbangkan itu menghasilkan uang, tentunya secara halal dan bermartabat. Mbak Mala, tanpa uang ide-ide perubahan nan paling spektakuler sekalipun akan tinggal menjadi untaian kata-kata heroik nan tidak terimplementasikan. Concern kita terhadap nasib orang lain, keinginan melakukan perubahan, dan berkontribusi, sebagaimana juga motivasi buat menyebarluaskan kebenaran dan kebaikan serta meningkatkan kompetensi diri, membutuhkan uang buat merealisasikannya.

Mbak Mala, setelah matang dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, tinggal mencek kondisi empirik nan dihadapi. Jika memang peluang lompatan karir nan telah Anda pertimbangkan tersebut terbuka dan dapat dieksekusi segera, periksalah apakah ada peluang buat menterminasi kontrak Anda saat ini secara legal. Tentunya ada konsekuensi, biasanya bersifat finansial, nan harus Anda penuhi. Perhitungkan dengan cermat apakah Anda mampu memenuhi konsekuensi tersebut tanpa menganggu “keseimbangan” hayati sehari-hari, baik pribadi maupun keluarga. Jika jawabannya “ya,” tentunya go ahead. Jangan ragu-ragu. Move!

Tentu Mbak Bencana bertanya, jika tak ada peluang menterminasi kontrak lebih cepat, atau konsekuensinya terlalu berat bagi Anda, lantas bagaimana? Bersabar Mbak. Tuntaskan kontrak saat ini dengan penuh semangat. Bayangkan betapa indahnya masa ketika kontrak ini selesai dengan gemilang dan Anda dengan ringan dapat melangkah ke karir berikut nan lebih menantang. Namun dalam masa menyelesaikan kontrak Anda dapat memanfaatkan waktu-waktu luang buat mempersiapkan fondasi nan lebih kokoh buat karir selanjutnya. Menambah variasi atau memperdalam keterampilan/keahlian serta memperluas dan memperkokoh jaringan ialah pilihan nan bijaksana.

Semoga bermanfaat Mbak Mala. Wallahu’alam bish-shawab.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Konsultasi

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy