Sekelompok Kecil Mu’min dalam Timbangan Neraca Allah

Sekelompok Kecil Mu’min dalam Timbangan Neraca Allah

Sesungguhnya kelompok Muslim  nan menjadi pengikut Nabi Nuh alaihissalam disebutkan dalam beberapa riwayat , jumlah mereka hanyalah ada dua belas orang.  Mereka ialah hasil dakwah Nabi Nuh alaihis salam selama seribu tahun kurang lima puluh tahun, seperti nan dinyatakan oleh satu-satunya surat keterangan nan dapat dipercaya tentang masalah ini yaitu : Al Qur’an.

Sesungguhnya kelompok Muslilm ini, nan merupakan buah umur nan panjang dan jerih payah nan lama itu, berhak menjadi alasan Allah buat mengubah kenyataan alam semesta nan biasa dikenal! Ia juga berhak menjadi alasanNya menjadikan kelompok Muslim ini satu-satunya pewaris bumi ! Walau hanya 12 Orang ! benih kemakmuran, serta pemimpin nan baru di sana.

Ini ialah perihal nan krusial !

Sesungguhnya para pionir kebangkitan Islam  nan tengah menghadapi jahiliyah universal diseluruh muka bumi, nan sedang merasakan keterasingan dan kesendirian ditengah-tengah jahiliyah ini, rasa sakit, pengusiran penyiksaan dan pemusnahan..maka mereka harus wajib berhenti buat memfokuskan diri buat memahami peristiwa  yang urgen ini

Sesungguhnya adanya benih muslim (walau sedikit) di bumi ini ialah sesuatu nan begitu berarti di neraca Allah, sesuatu nan menjadikan Allah Subhanahu waTa’ala layak buat menghancurkan jahiliyah, negerinya, kemakmurannya, akar-akarnya, kekuatan-kekuatannya, dan simpanan-simpanannya ; sebagaimana ia juga menjadikanNya layak buat memelihara benih ini dan merawatnya agar ia tetap sehat , berkembang mewarisi bumi dan memakmurkannya kembali.

Nabi Nuh ‘alaihi ssalam  telah membuat perahu di bawah supervisi Allah dan wahyuNya seperti nan difirmankan Allah Subhanahu wata’ala

“ Dan buatlah perahu itu dengan supervisi dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang nan zallilm itu; sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan (QS Hud ;37)

Ketika itu Nuh ‘alaihissalam mengadu kepada Tuhan-Nya memberitahukan bahwa dirinya ialah “orang nan dikalahkan” dan ketika menyeru Tuhan-Nya “Menangkanlah saya karena Rasul-Nya telah dikalahkan”.

Ketika itulah Allah melepaskan kekuatan-kekuatan tentara alam nan maha dasyat agar ia membantu hambaNya nan kalah itu

……

“Maka kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air nan tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka berkumpulah air-air itu buat  satu urusan nan sungguh telah ditetapkan…” (QS AL Qamar :11-12)

Tatkala kekuatan tentara alam nan maha dahsyat itu memainkan peranannya di seluruh semesta dengan peran nan menyeramkan dan mengerikan itu, Allah Subhanahu wa ta’ala denagn dzatNya nan Mahatinggi bersama  hambaNya  nan dikalahkan itu.

“ Dan Kami angkat Nuh ‘alaihissalam ke ats (bahtera) nan terbuat dari papan dan paku, nan berlayar dengan pemeliharaan Kami…sebagai balasan bagi orang-orang nan diingkari(Nuh) ..: QS Al qamar 13-14

Inilah citra menyeramkan yang  para pionir kebangkitan Islam di seluruh tempat  dan semua masa wajib memahami kejadian ini kala ia dimusuhi oleh jahiliyah dan ketika ia dikalahkan oleh jahiliyah !

Sungguh tak sepatutnya bagi orang mukmin nan menghadapi jahiliyah berprasangka bahwa Allah akan membiarkannya menjadi mangsa jahiliyah sehingga ia berprasangka  bahwa  Allah akan membiarkannya menjadi  mangsa jahiliyah padahal dirinya menyerukan pentauhidan Allah Subhanahu waTa’ala dengan ketuhannanNya. Sebagaimana ia juga tak patut buat membandingkan kekuatan pribadinya dengan kekuatan-kekuatan jahiliyah sehingga ia berprasangka bahwa Allah akan membiarkannya menjadi mangsa padahal ia ialah hambaNya nan meminta pertolongan kepadaNya ketika ia kalah.

Kekuatan itu pada hakikatnya tidaklah berimbang ; jahiliyah memiliki seluruh kekuatan, tetapi orang nan menyeru kepada Allah bersandar kepada kekuatan Allah, dan Allah Mahakuasa buat menundukkan sebagian kekuatan alam buat hambaNya, kapan dan bagaimanapun ia menghendaki. Kekuatan palling remeh pun dari kekuatan-kekuatan ini dapat menghancurkan jahiliyah dari arah nan tak disangka-sangka.

Fase ujian adakalanya berlangsung lama sebab suatu hal nan dikehendaki Allah . Nuh ‘alaihissalam telah tinggal dikaumnya selama seribu tahun kurang lima puluh tahun, sebelum tiba ketetapan nan telah ditakdirkan Allah, bahkan hasil nan panjang ini pun hanyalah tersisa duabelas orang Islam, tetapi sekelompok kecil manusia ini di neraca Allah sama dengan penaklukan kekuatan-kekuatan maha dasyat itu, pembinaan seluruh manusia yang   sesat  dan pewarisan bumi kepada sekelompok manusia nan baik itu , nan akan memakmurkan bumi buat kedua kalinya dan nan akan menjadi khalifah disana!

Orang-orang nan menempuh jalan menuju Allah Subhanahu wata’ala tak punya kewajiban apapun selain menunaikan kewajiban mereka secara paripurna dengan mencurahkan segenap kemampuan nan dimilikinya, lalu menyerahkan seluruh urusan kepada Allah dengan penuh ketenangan dan percaya diri. Dan ketika dikalahkan mereka harus mengadu kepada Pelindung Yang Maha Menolong dan meminta pertolongan kepadaNya seperti hamba-Nya nan saleh, Nuh ‘alaihissalam –

Sayyid Qutb 

Editorial

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy