Sekolah Generik buat Anak Disleksia

Sekolah Generik buat Anak Disleksia

Assalammu’alaikum, Bu Namih.

Adik aku saat ini duduk di kelas 6 SD. Sejak awal, keluarga kami sudah menyadari bahwa dia mengalami disleksia. Namun, sebab tak ada pilihan sekolah spesifik untuknya di kota kami, maka dia kami masukkan ke SD umum. Syukurlah siswa di SD tersebut sedikit, dan guru-gurunya mau memahami dan menyediakan waktu ekstra buat membimbing adik saya. Namun saat ini sudah menjelang kelulusannya. Ibu aku bermaksud buat memasukkannya ke SMP generik saja. Tapi aku risi jika dia masuk ke SMP umum, dia tak mampu mengikuti pelajaran nan diberikan. Selain itu, selama ini dia tak melawan bila dijahili oleh teman-teman SD nya. Saya takut bila dia masuk ke SMP biasa, dia akan di-bully oleh kawan-kawannya. Di sisi lain, kami tak mengetahui keberadaan sekolah spesifik buat anak-anak seperti dia.

Saya menyarankan kepada Ibu aku agar adik aku dididik secara homeschooling saja. Tapi, apakah lazim homeschooling buat usia SMP ? Jika bisa, lalu dimana kami dapat mendapatkan materinya ? Jika tak mungkin homeschooling, lalu tindakan apa nan sebaiknya kami lakukan ?

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Binti Afif nan shalehah……………..

Disleksia ialah kesulitan membaca nan disebabkan oleh kelainan neurologis. Gejalanya seperti : kemampuan membaca si anak berada di bawah kemampuan nan semestinya dengan mempertimbangkan taraf intelegensi, usia dan pendidikannya.

Adapun ciri-cirinya ialah :

  1. Tidak bisa mengucapkan irama kata-kata secara sahih dan proporsional.
  2. Kesulitan dalam mengurutkan huruf-huruf dalam kata.
  3. Sulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya menjadi sebuah kata.
  4. Sulit mengeja secara sahih kata atau suku kata.
  5. Membaca suatu kata dengan sahih di halaman satu dan salah di halaman lainnya.
  6. Sulit memahami apa nan dibaca.
  7. Rancu terhadap kata-kata nan singkat, misalnya : ke, dari, dan, jadi. Dan lainnya.

Sedangkan buat menentukan apakah anak disleksia bersekolah di sekolah generik atau homeschooling dapat dilihat dari tipe disleksianya. Karena perlu diperhatikan dulu apakah ananda termasuk tipe disleksia dari 4 (empat)  tipe di bawah ini :

  1. Disleksia nan bermasalah dengan kemampuan mengingat jangka pendeknya.
  2. Disleksia dengan kemampuan mengingat nan baik.
  3. Disleksia dengan kemampuan matematis nan baik.
  4. Disleksia dengan kemampuan matematis nan parah

Setelah mba atau orang tua mengetahui tipe disleksia mana nan diderita ananda. Barulah dapat menentukan akan bersekolah dimana. Tetapi buat menyekolahkan ananda di sekolah generik pun menurut aku cukup bijak. Karena ananda akan menerima masukan dan pengalaman dari teman-teman dan guru-gurunya.

Selain itu, ananda pun belajar hayati layaknya anak-anak normal nan lain yaitu : bersosialisasi, sharing, memahami anggaran dan lainnya. Dengan demikian ananda diharapkan dapat mengembangkan diri dan mempunyai kesempatan buat menumbuhkan potensi nan dimilikinya. Sehingga bagi keluarga pun berdampak positif yaitu dapat menerima segala kekurangan nan ada pada ananda dan selalu bisa berfikir dan berharap nan positif buat ananda.

Yang perlu diperhatikan apabila bersekolah generik ialah sekolah tersebut menerapkan sistem inklusi (menerima anak berkebutuhan khusus). Sehingga kebutuhan pendidikan ananda bisa dilayani dengan baik. Jika pun memilih homeschooling, orang tua hendaknya memenuhi beberapa syarat, antara lain :

  1. Menyayangi dan mencintai anak.
  2. Bersikap terbuka dan bersahabat dengan anak.
  3. Mempunyai kreatifitas nan tinggi.
  4. Memahami hak anak.
  5. Memiliki kemampuan dan kemauan membuat kurikulum dan program nan tepat buat anak dengan memperhatikan baku kompetensi kurikulum nasional.
  6. Mampu memonitoring dan mengevaluasi program pembelajaran buat anak.

Atau dapat juga dengan meminta donasi forum penyelenggara homeschooling nan telah ada seperti : Homeschooling Kak Seto di Cirendeu Jak-Sel, Berkemas Ibu Yayah di Pasar Minggu atau Embun Homeschooling di Cibubur nan kebetulan aku kelola.

Karena bagaimanapun juga dengan melibatkan pihak lain akan memudahkan orang tua buat memberikan layanan pendidikan nan sinkron dengan kebutuhan ananda. Demikianlah jawaban dari aku semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bisshawab

Namih Al Faisal, S.Pd.

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy