Shalat di Dalam Kamar Mandi

Shalat di Dalam Kamar Mandi

Wassalamu’alaikum.

Saya, secara kebetulan berada di Hongkong dalam rangka bekerja sampai januari 2007 dan aku bergabung dengan teman-teman migran (TKW) nan membentuk Organisasi Dakwah. Saya terlibat dengan mereka buat mengisi da’wah, ada beberapa pertanyaan nan aku pun masig bingung buat menjawabnya:

1. Bagaimanakah hukum sholat di dalam kamar manadi/WC? Hal ini disebabkan teman-teman migran dilarang oleh majikan mereka buat shalat.

2. Bagaimana hukumnya mengerjakan shalat wajib sudah bukan pada waktunya. Ini pun menjadi hambatan mereka sebab harus mencuri-curi waktu buat dapat melaksanakan shalat, contoh misalnya shalat maghrib dilaksanakan pada pukul 11 malam setelah majikannya tidur. Ini pun berlaku pada shalat wajib nan lain terkadang mereka mengerjakan zhuhur dengan ashar, ashar dengan zhuhur mengingat kalau ada kesempatan mereka langsung melaksanakannya.

Demikianlan pertanyaan saya, jazakumullahu khairankatsiran.

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sungguh menyedihkan memang nasib saudara kita nan minoritas di berbagai negeri mayoritas non muslim. Tidak di timur dan tak di barat, nasibnya memang tak jauh berbeda. Termasuk di Hongkong nan Anda alami.

Ada-ada saja cobaan dan ujian nan harus mereka terima, termasuk dilarang melakukan shalat wajib 5 waktu. Padahal beragama dan beribadah ialah hak asasi tiap manusia. Wajib dihormati oleh siapapun termasuk orang komunis. Namun begitulah moralitas bangsa-bangsa di dunia, sporadis nan mau mengerti arti kebebasan beragama.

Terkait dengan pertanyaan anda, keaadaannya memang sangat memprihatinkan. Padahal shalat itu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Wajib dilaksanakan pada waktunya, bukan di luar waktunya.

Selama masih ada waktunya, shalat itu absah dilaksanakan. Namun bila secara sengaja dilakukan di luar waktunya, hukumnya tak sah.

Sedangkan masalah shalat di kamar mandi, nan menjadi embargo ialah bila ada najisnya. Sebab syarat absah shalat itu ialah sucinya badan, baju dan loka shalat dari najis. Sedangkan batasan loka shalat bukan ruangannya, melainkan alas nan diinjak. Sehingga secara nalar, meski di dalam kamar mandi asalkan tak terkena najis, masih memenuhi syarat.

Paling tak dalam keadaan terpaksa, dari pada tak shalat dan berdosa, masih lebih dapat diterima bila shalat di dalam waktunya, meski di dalam kamar mandi. Asalkan kamar mandi itu dipastikan tak ada najisnya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Thaharah

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy