Sholat Batal Saat Berada Ditengah Jamaah Sholat

Sholat Batal Saat Berada Ditengah Jamaah Sholat

assalamualaikum wr. wb

Ketika kita sedang sholat berjamaah dan berada di shaff paling depan, lalu kita tiba2 kentut sehingga membatalkan sholat. apa yg harus kita lakukan? apa kita akan menerobos jamaah utk pergi ketempat wudhu, atau berdiam ditengah2 jamaah sampai jamaah selesai sholat atau kita pura2 ikut sholat aja?

lalu bgmn hukumnya jika kita menahan kentut, menahan kencing, dan menahan buang air bersar. apakah membatalkan sholat?

terimakasih.

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Anas nan dimuliakan Allah swt

Buang Angin dan Melintasi Shaff Makmum

Keluar angin (kentut) membatalkan shalat orang nan tengah melaksanakannya sebab diantara syarat absah shalat ialah kudus dari hadats, berdasarkan apa nan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Allah tak menerima shalat salah seorang diantara kalian jika berhadas hingga ia berwudhu."

Diwajibkan baginya buat mengulang wudhunya. Dan jika dirinya sebagai makmum dalam shalat berjamaah maka tak mengapa baginya buat menerobos barisan makmum nan ada buat pergi ke loka wudhu dan mengulang wudhunya lalu kembali melaksanakan shalat. Hal itu dikarenakan tidaklah dianjurkan bagi para makmum buat mengambil sutroh (pembatas shalatnya) dan cukuplah bagi mereka sutroh imam, sebagaimana dikatakan oleh kebanyakan ulama. (baca : Sutroh)

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas dia berkata, "Aku pernah datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam, dengan mengendarai keledai betina, ketika itu saya hampir baligh. Waktu itu Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sedang mengimami shalat orang banyak di Mina. Lalu saya lewat di muka shaf, lalu saya turun, lalu saya mengirim pergi keledai betina tersebut buat merumput. Kemudian saya masuk ke dalam shaf; ternyata tak ada seorang pun nan menegurku atas tindakanku nan demikian itu."

Diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi dari Musa bin Thalhah dari Ayahnya ia berkata; "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian telah meletakkan (sesuatu) semisal pelana kuda di depannya, setelah itu ia tak perlu memperdulikan siapa nan lewat di belakangnya." Ia berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abu Hurairah, Sahl bin Abu Hatsmah, Ibnu Umar, Sabrah bin Ma’bad Al Juhani, Abu Juhaifah dan ‘Aisyah." Abu Isa berkata; "Hadits Thalhah derajatnya hasan shahih. Para pakar ilmu mengamalkan hadits ini, mereka berkata; "Sutrah (pembatas) imam ialah sutrah buat orang-orang nan dibelakangnya."

Hukum Menahan Buang Angin Saat Shalat

Didalam sebuah hadits nan diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah berkata,”Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam, bersabda ‘Tidak paripurna shalat seseorang apabila makanan nan telah dihidangkan, atau apabila dia menahan buang air besar atau kecil’."

Hadits tersebut berisi embargo bagi seorang nan hendak melaksanakan shalat sementara dirinya menahan buang air kecil atau besar, termasuk didalamnya ialah menahan angin. Jika hal itu terjadi sebelum shalat dimulai maka hendaklah dia menunaikan hajatnya terlebih dahulu baru kemudian shalat agar tak mengganggu kekhusyu’annya ketika shalat.

Apabila menahan buang air kecil, air besar atau angin terjadi ketika shalat maka hal itu tidaklah membatalkan shalatnya dan shalatnya tetaplah absah meski hal itu dimakruhkan. Didalam kitab “al Majmu’” disebutkan bahwa jumhur ulama mengatakan,”Sah shalat orang nan menahan buang air kecil dan besar.” Imam Nawawi mengatakan,”Makruh bagi seorang nan shalat sambil menahan buang air kecil, air besar, angin, dihadapan makanan atau minuman sementara dirinya menginginkan hal itu berdasarkan hadits Aisyah diatas.”

Wallahu A’lam

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy