Tanggung Jawab Atas Pinangan

Tanggung Jawab Atas Pinangan

Assalamualaikum wr, Wb

Ustad…saya sudah meminang seorang akhwat buat dinikahi tapi aku masih kuliah. Jadi orang tua merencanakan jadwalnya tahun 2010 dan aku serta akhwat tersebut setuju dengan jadwal nan di tentukan oleh orang tua.

Yang aku mau tanyakan gimana hukumnya ketika aku berjalan berduaan dengan akhwat itu apakah haram atau seperti apa??? Dan sejauh mana tanggung jawab aku terhadap akhwat tersebut? Mohon penjelasannya

Syukran ustad

Wassalammualaikum wr, wb

Wa’alaikum salam wr. wb.
Ananda Andi nan dicintai Allah SWT, sebenarnya di dalam Islam ada tiga hal nan disunnahkan buat dipercepat pelaksanannya, yaitu menguburkan mayat, membayar hutang dan menikah (hadits Rasulullah saw). Menurut saya, waktu Anda meminang dengan waktu aplikasi pernikahannya terlalu lama, sehingga dikhawatirkan menimbulkan akibat nan tak baik dari sisi agama. Beberapa hal nan dapat terjadi jika waktu pernikahnnya terlalu lama ialah :
1. Dampak menunggu pernikahan nan terlalu lama, mungkin saja salah satu pihak berubah pikiran sebab godaan atau halangan dari lingkungan. Misalnya, keluarga salah satu pihak berubah pikiran buat melanjutkan pernikahan atau salah satu pihak ‘kepincut’ dengan orang lain. Berubah pikiran salah satu pihak tentu akan menyakitkan bagi pihak lain. Lalu interaksi baik akan berubah menjadi interaksi nan tak harmonis, bahkan kebencian.
2. Dampak menunggu pernikahan nan terlalu lama, mungkin saja interaksi komunikasi seperlunya lama kelaman berubah menjadi komunikasi nan tak perlu (misalnya : omongan nan berlebih-lebihan buat menanyakan kabar masing-masing, sms/telpon nan bernada kangen atau merayu, dll). Hati masing-masing menjadi sensitif dan sentimentil. Bayangan romantisme menjadi terlalu jauh, sehingga ujung-ujungnya terjadi perzinahan. Maksud saya, mungkin bukan zina dalam pengertian bersetubuh. Akan tetapi berzina dalam arti zina telinga, zina mata, zina mulut atau minimal zina hati. Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya nan panjang pernah menyampaikan kepada kita bahwa berzina itu banyak macamnya dan semuanya masuk dalam katagori dosa. Dosa terbesar ialah berzina dengan bersetubuh.
3. Dapat juga terjadi, dampak menunggu terlalu lama buat menikah, maka kesungguhan hati dari kedua belah pihak menjadi lemah. Dan akhirnya salah satu pihak ingin menunda lagi dengan berbagai alasan. Mungkin dengan alasan nan berbeda, sehingga akhirnya menjadi kebiasaaan buat menunda berulang-ulang. Padahal sesungguhnya tak ada orang nan siap 100% buat menikah.
Jadi sebaiknya pernikahannya dipercepat saja. Jika alasannya sebab Anda masih kuliah, sebenarnya hal tersebut tak akan terlalu menggangu jika kita mampu mengatur waktu dengan baik. Bahkan dengan menikah sambil kuliah, kita akan lebih cepat dewasa sebab ‘dipaksa’ oleh lingkungan buat lebih mampu membagi waktu dan mencari nafkah. Berikan klarifikasi secara baik-baik kepada orang tua kedua belah pihak tentang alasan-alasan bahwa menikah sambil kuliah bukan merupakan masalah. 
Lalu tentang pertanyaan Anda apakah boleh berjalan berduaan dengan akhwat tersebut, maka jawabannya tetap tak boleh (haram). Hukum orang nan sudah tunangan dengan hukum orang nan belum bertunangan tetap sama, yaitu diharamkan buat berdua-duaan dengan alasan apa pun. Bahkan kontak telpon/sms/chating nan terlau sering dan tak ada perlunya (basa basi/menggoda/merayu) juga tak diperbolehkan dalam Islam sebab hal tersebut bisa menjerumuskan kita pada zina. Mungkin bukan zina bersetubuh, tapi zina tangan, mulut, telinga dan paling ‘ringan’ zina hati, nan kesemuanya itu termasuk perbuatan dosa, sehingga perlu dijauhi.
Kalau tentang sejauh mana tanggung jawab Anda kepada akhwat nan sudah dipinang, maka jawabannya tanggung jawab Anda ialah menepati janji untukmenikahinya. Di luar itu, Anda belum memiliki tanggung jawab apa pun. Apalagi bertanggung jawab seperti seorang suami kepada isterinya.
Demikian jawaban saya. Semoga bermanfaat.
Salam Berkah,

(Satria Hadi Lubis)
Mentor Kehidupan

Konsultasi

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy