Taubat dari Dosa Syirik

Taubat dari Dosa Syirik

Assalamualaikum Ustaz,

Adakah dosa-dosa seseorang nan terjebak dalam unsur-unsur syirik seperti berjumpa dukun nan menggunakan jampi mantera dan kain kuning nan ditanam di pagar rumah bagi melembutkan hati oarng-orang nan datang ke rumah menagih hutang perniagaan suami supaya tidak marah-marah. Sebelum ini, pemahaman aku mengenai syirik ialah menyembah selain Allah seperti menyembah berhala. Pada masa itu, aku tak begitu faham modus operandi dukun-dukun nan menggunakan jin. Adakah masih ada ruang buat aku diampun dan diterima taubat oleh Allah berpandukan Surah An Nisaa: 48? Saya benar-benar telah bertaubat nasuha dan telah menjauhkan diri dari mana-mana dukun sejak beberapa tahun lalu. Adakah aku perlu menggali semula barang nan ditanam dan dibuang ke loka lain atau dibiarkan saja tertanam. Saya sangat bimbangkan dosa-dosa syirik ini tapi tak putus-putus mohon ampun berdasarkan sifat-sifat Allah nan Maha Pengampun, Maha Penerima Taubat dan Maha mengasihani hamba-hambanya. Bagaimana dengan syirik khafi seperti Riak, adakah Riak juga tertakluk kepada dosa syirik nan tak terampun oleh Allah?

Waalaikumussalam Wr Wb

Tidak syak lagi bahwa syirik ialah dosa dan kezhaliman nan besar. Ia haruslah dijauhi oleh seorang nan beriman kepada Allah swt, sebagaimana nasehat Luqman kepada anaknya :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (١٣)

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) ialah benar-benar kezaliman nan besar". (QS. Luqman : 13)

Syirik memiliki dua macam :

1. Syirik nan paling besar yaitu mengambil tandingan-tandingan atau sembahan-sembahan selain Allah swt didalam ibadah, seperti : menyembah berhala, meminta konservasi atau pertolongan kepada seseorang didalam urusan-urusan nan diluar kesanggupan manusia atau sejenisnya.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata : Aku bertanya kepada Rasulullah saw,”Dosa apa nan paling besar?’ beliau saw menjawab,’Engkau menjadikan tandingan terhadap Allah swt padahal Dial ah nan telah menciptakanmu.’….” (Muttafaq Alaihi)

2. Syirik nan paling kecil yaitu riya. Riya ini berasal dari kata “ru’yah” atau melihat sehingga ia memiliki arti melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan dengan disertai keinginan mendapatkan perhatian manusia / selain Allah swt, memberitahukannya kepada mereka atau keinginan mendapatkan pujian dari mereka, sebagaimana firman Allah swt :

يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا (١٤٢)

Artinya : “….. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa : 142)

Perbuatan semacam ini pun termasuk kedalam perbuatan syirik nan paling kecil sebagaimana riwayat Imam Ahmad dari Mahmud bin Labid berkata : Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya nan paling saya takuti terhadap kalian ialah syirik nan paling kecil : riya.”

Dan apa nan Anda lakukan dengan pergi ke seorang dukun meminta pertolongan darinya agar melunakkan hati orang-orang nan datang ke rumah Anda buat menagih utang lalu Anda meyakini bahkan melakukan apa nan dimintanya buat menanam kain kuning di pagar rumah Anda ialah sebuah kesyirikan dan dosa besar sebagaimana riwayat Ashabush Sunan dan telah dishahihkan oleh al Hakim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa nan mendatangi seorang dukun atau peramal kemudian membenarkan apa nan dikatakannya maka orang itu telah mengingkari apa nan diturunkan kepada Muhammad saw.”

Permintaan menanam kain kuning itu dapat jadi merupakan tipu daya nan dilakukan oleh setan (baca : jin) nan memerintahkan hal tersebut kepada dukun itu buat memperdaya dan merusak akidah Anda nan sebenarnya tidaklah ada hubungannya sama sekali dengan keinginan anda. Karena tak sporadis seorang dukun didalam prakteknya meminta pertolongan kepada jin, sebagaimana firman Allah swt :

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا (٦)
Artinya : “dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta konservasi kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin : 6)

Untuk itu sebaiknya Anda ambil kembali kain kuning itu dan memusnahkannya dapat dengan cara membakarnya dengan memohon konservasi kepada Allah swt dari segala bentuk kejahatan makhluk-Nya dengan membaca ayat-ayat ruqyah atau ayat kursi dan surat al ikhlas, al falaq dan an Naas.

Setelah itu hendaklah Anda melakukan taubat nashuha atas perbuatan tersebut sebab pintu taubat masih tetap terbuka meski terhadap perbuatan syirik sekali pun, sebagaimana firman Allah swt :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (٥٣)

Artinya : Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku nan malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus harapan dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah nan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar : 53)

وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨)يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٧٠)

Artinya : “dan orang-orang nan tak menyembah Tuhan nan lain beserta Allah dan tak membunuh jiwa nan diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) nan benar, dan tak berzina, barang siapa nan melakukan nan demikian itu, pasti Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina, kecuali orang-orang nan bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan ialah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Furqon : 68 – 70)

Al Qurthubi mengatakan bahwa para ulama berpendapat,”Dosa-dosa besar menurut Ahlus Sunnah (bisa) mendapat pengampunan bagi orang nan meninggalkannya sebelum kematiannya. Dosa-dosa besar itu mendapat pengampunan bagi kaum muslimin nan meninggal dalam keadaan itu (meninggalkan perbuatan itu, pen), sebagaimana firman Allah swt :

وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ (٤٨)

Artinya : “Dia mengampuni segala dosa nan selain dari (syirik) itu, bagi siapa nan dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisaa : 48)

Maksudnya ialah barangsiapa nan meninggal dalam keadaan berdosa. Seandainya nan dimaksud ialah orang nan bertaubat sebelum meninggalnya maka ia tidaklah membedakan antara dosa syirik dan dosa lainnya. Dengan demikian orang nan bertaubat dari perbuatan syirik juga mendapat ampunan. (Al’ Jami’ Li Ahkamil Qur’an jilid III hal 146)

Juga firman Allah swt :

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى (٨٢)

Artinya : “dan Sesungguhnya saya Maha Pengampun bagi orang nan bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan nan benar.” (QS. Thaha : 82)

Wallahu A’lam

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy