Teh Kombucha, Halal atau Haram?

Teh Kombucha, Halal atau Haram?

Assalamu ‘alaikum, Ustad

Saya ingin menanyakan mengenai Teh Kombucha nan saat ini banyak dijual di Pasaran. Teh tersebut berasal dari teh manis nan dicampur dengan biang jamur dan di ‘fermentasi’ kan. Apakah halal buat diminum, sebab biasanya hasil fermentasi mengandung juga Alkohol.

Terima kasih sebelumnya, jazakallah

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tidak semua proses fermentasi membuat makanan atau minuman berubah menjadi khamar. Meski memang sahih bahwa proses berubahnya perasan buah anggur menjadi khamar melalui proses fermentasi.

Bukankah begitu banyak di sekeliling kita makanan nan mengalami proses fermentasi? Akan tetapi kita memakannya sehari-hari tanpa ada nan berkomentar bahwa makanan itu haram lantaran telah menjadi khamar. Tape atau peuyeum ialah makanan nan halal, meski mengalami proses fermentasi. Demikian juga yogurt, merupakan minuman halal nan mengalami fermentasi dari susu.

Kami tak mengatakan bahwa teh nan Anda tanyakan hukumnya itu halal, sebab kami belum melihat seperti apa wujud dan pengaruhnya bila diminum manusia.

Namun kami ingin mengatakan makanan atau minuman nan sekedar mengalami proses fermentasi belum bisa mengubah status hukum kehalalannya menjadi haram. Untuk memvonis keharamannya, setidaknya makanan itu harus benar-benar telah menjadi khamar dalam arti berpengaruh kepada pencerahan dan otak.

Dan batasan suatu makanan atau minuman telah menjadi khamar atau belum ialah pada saat mana makanan atau minuman itu akan menghilangkan akal saat dikonsumsi. Sebagaimana definisi para ulama tentang khamar, yaitu segala nan memabukkan, baik dengan cara diminum, dimakan atau dihisap.

Selama makanan atau minuman itu tak berpengaruh pada diri manusia normal dan tak membuat mabuk, maka makanan atau minuman itu bukan khamar. Tentunya baku kemabukannya menggunakan baku nan paling rendah, bukan baku para alkoholis nan kerjanya minum minuman keras.

Orang nan sama sekali belum pernah minum khamar diminta buat meminum teh itu, lalu lihat hasilnya. kalau dia mabuk atau teler, maka teh itu perlu diuji lebih lanjut sebab mengindikasikan adanya sifat khamar.

Kalau ragu, boleh juga cobakan saja teh itu kepada kucing buat meminumnya, lalu perhatikan pengaruhnya, apakah kucing itu ‘teler’ dan mabuk? Kalau mabuk, maka teh itu mengandung khamar, setidaknya buat kucing. Tapi kalau biasa-biasa saja, tak ada pengaruhnya apa-apa, maka teh itu bukan khamar. Dan proses fermentasi itu bukanlah sebuah proses buat mengubahnya menjadi khamar.

Ini ialah cara sederhana dan mudah buat menjawab kebimbangan apakah suatu makanan atau minuman itu mengandung khamar atau bukan. Tentunya nanti perlu penyelidikan lebih lanjut oleh para pakar dan ulama nan kompeten di bidangnya.

Namun nan ingin kami tekankan di sini agar kita jangan terlalu mudah menjatuhkan vonis haram atas suatu hal nan kita belum sampai ke taraf verifikasi atas dasar keharamnya. Untuk mengharamkan sesuatu kita perlu bukti ilmiyah, penelitian langsung serta kekuatan hukum.

Namun kalau tak sampai mengharamkan, hanya bertindak hati-hati buat diri sendiri, silahkan saja. Sikap hati-hati dan wara’ adalah sikap seorang nan bertaqwa.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Makanan

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy