Tentang Qarin dan Mayat Hidup

Tentang Qarin dan Mayat Hidup

Asalamualaikum Wr Wb.

Selamat pagi Pak Ustadz, aku ingin menanyakan beberapa hal mengenai qarin.

  1. Apa nan sebenarnya dimaksud dengan qarin?
  2. Banyak nan berkata jika ada orang meninggal kemudian menampakkan sosoknya kepada manusia, itu ialah qarin dari orang tersebut. Apakah itu benar?

Mohon klarifikasi dari Pak Ustadz. Terima Kasih..

Waalaukumussalam Wr Wb

Saudara Faruq nan dimuliakan Allah swt

Apa Itu Qorin ?

Telah diteguhkan didalam syariat bahwa setiap manusia memiliki Qarin nan berasal dari setan-setan. Firman Allah swt :

 قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِن كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

Artinya : “Qorinnya (yang mendampinginya) berkata (pula): "Ya Tuhan Kami, saya tak menyesatkannya tetapi dialah nan berada dalam kesesatan nan jauh". (QS. 50 : 27)

Al Qurthubi menyebutkan bahwa Qorin didalam ayat itu ialah setan. Al Mahdawi menyebutkan bahwa tak ada disparitas dalam hal ini.

Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: "Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan dikuasai pendamping dari kalangan jin." Mereka bertanya: Anda juga, wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Aku juga, hanya saja Allah membantuku mengalahkannya lalu ia masuk Islam, tidaklah ia memerintahkan kepadaku kecuali kebaikan."

Muslim meriwayatkan juga dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari kediamannya pada suatu malam. Aisyah berkata: Aku merasa cemburu pada beliau lalu beliau datang dan melihat apa nan saya lakukan. Beliau bertanya: "Kenapa engkau, wahai Aisyah?" saya menjawab: Orang sepertiku mengapa tak menyemburui orang seperti anda? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Apa setanmu mendatangimu?" Aisyah bertanya: Waha Rasulullah, apakah ada setan menyertaiku? Beliau menjawab: "Ya." Aisyah bertanya: Juga menyertai semua manusia? Beliau menjawab: "Ya." Ia bertanya: Menyertai Anda juga? Beliau menjawab: "Ya, hanya saja Rabbku menolongku mengalahkannya hingga ia telah islam."

Maksud dari Qorin ialah setan nan mendampingi anak Adam serta berusaha sekuat tenaga buat menyesatkannya dari jalan nan lurus. Tidak mungkin seorang muslim mampu menguasai qorinnya itu serta memasukkannya kedalam islam sebab Allah swt telah menjadikan ia sebagai ujian bagi seorang hamba agar diketahui mana orang nan beriman dan mana nan selainnya.

Qorin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah beriman dan menjadi muslim menurut pendapat nan kuat dari para pakar ilmu. Sesungguhnya Qorin itu telah menyerahkan diri dan tunduk kepada beliau.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam فأسلم : terdapat riwayat dengan merafa’ (dhamah) huruf mim dan menashabkan (fathah). Dan jika ia dhommah maka ia menjadi fi’il mudhore sehingga maknanya : Aku selamat dari kejahatan dan fitnahnya. Sedangkan apabila ia dengan fathah maka ia menjadi fi’il madhi nan memiliki dua makna :

  1. Bahwa jin itu telah islam dan masuk kedalam agama islam.
  2. Bahwa ia telah islam maknanya ialah berserah diri dan tunduk. Sebagaimana terdapat riwayat seperti ini di selain “Shahih Muslim” sebagaimana dikatakan Nawawi didalam “Syarh” nya.

Sementara Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah lebih menguatkan pendapat bahwa Qorin Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah masuk islam, dia mengatakan bahwa ia (qorin) itu telah berserah diri dan tunduk. Ibnu ‘Uyainah meriwayatkan “Fa Aslamu” dengan dhammah dan ia mengatakan bahwa sesungguhnya setan itu tak muslim sementara perkataannya diriwayat lainnya : Maka ia (qorin) itu tidaklah memerintahkanku kecuali kebaikan, menunjukkan bahwa ia tak lah memerintahkannya kepada kejahatan, inilah keislamannya, walau itu hanyalah sebuah kiasan tentang ketundukannya bukan tentang keimanannya kepada Allah.

Sebagaimana seseorang nan memaksa musuhnya nan konkret lalu memenjarakanya, dan sungguh musuhnya nan dipaksa mengetahui bahwa orang nan memaksa itu tak akan meneriman segala hal nan menunjukkan kepada kejahatan bahkan ia akan diberikan sangsi olehnya maka ditengah keterpaksaannya bersamanya maka ia tak akan menunjukkan kepadanya kecuali kebaikan dikarenakan ketundukan dan kelemahannya bukan sebab kebaikan diri dan agamanya. Oleh sebab itu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda” hanya saja Allah membantuku mengalahkannya maka tidaklah ia memerintahkanku kecuali kebaikan.”

Yang niscaya bahwa setiap muslim diharuskan buat melawan setan ini, inilah nan dituntut darinya menurut syariat, dan ini ialah perkara nan disanggupinya. Qorin ini terkadang membisikan kejahatan sebab itu terdapat perintah buat meminta konservasi terhadapa kejahatan bisikanna didalam surat an Naas.

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ﴿٦﴾

Artinya : “Dari kejahatan (bisikan) syaitan nan biasa bersembunyi, nan membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An Naas : 4 – 6)

Terkadang dengan menjadikannya lupa terhadap kebaikan, firman Allah swt :

فَأَنسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ 

Artinya : “Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya.” (QS.Yusuf : 42)

Terkadang memberikan janji-janji dan angan-anagan. Firman Allah swt :

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُورًا

Artinya : “Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, Padahal syaitan itu tak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (QS. An Nisaa : 120)

Terkadang dengan membisikan rasa takut kedalam hati. Firman Allah swt :

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ

Artinya : “Sesungguhnya mereka itu tak lain hanyalah syaitan nan menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyik).” (QS. Ali Imran : 175)

Oleh sebab itu mintalah pertolongan kepada Allah dalam melawannya dan mengalahkannya. (Markaz al Fatwa No. 16408)

Sosok Menyerupai Orang nan Sudah Meninggal

Badaruddin asy Syubliy mengatakan bahwa Jin memiliki kemampuan terbang, membentuk dirinya dalam bentuk manusia dan hewan, ikan, ular, onta, sapi, kambing, kuda, peranakan kuda dan keledai, keledai, burung dan manusia, sebagaimana pernah datang setan menemui orang-orang Quraisy dalam rupa Suraqah bin Malik bin Ju’tsam tatkala mereka hendak keluar menuju Badar.

Allah swt berfirman :

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَّكُمْ فَلَمَّا تَرَاءتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ إِنِّيَ أَخَافُ اللّهَ وَاللّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿٤٨﴾

Artinya : “Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "tidak ada seorang manusiapun nan bisa menang terhadapmu pada hari ini, dan Sesungguhnya aku ini ialah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah bisa saling Lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri daripada kamu, Sesungguhnya aku bisa melihat apa nan kamu sekalian tak bisa melihat; Sesungguhnya aku takut kepada Allah". dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS. Al Anfal : 48)

Dan sebagaimana diriwayatkan bahwa dia menyerupai seorang kakek dari Najd tatkala mereka berkumpul di “Daarun Nadwah” buat bermusyawarah tentang permasalahan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam apakah mereka akan membunuhnya atau memenjarakannya atau mengusirnya.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy bahwa di Madinah terdapat sekelompok jin nan telah masuk Islam. Maka barang siapa nan melihat sesuatu nan aneh dari sekelompok jin-jin ini, beri izinlah dia buat tinggal selama tiga hari. Jika sesudah tiga dia masih nampak, maka bunuhlah. Karena dia ialah setan." (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Juz II hal 5545)

Dari klarifikasi diatas tampak bahwa jin diberikan kemampuan buat menyerupai berbagai bentuk termasuk bentuk manusia baik nan masih hayati maupun sudah meninggal kecuali menyerupai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmdizi dari Abdullah bin Mas’ud Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Barangsiapa nan melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tak dapat menyerupaiku.” (HR, Tirimidzi, dia berkata ini ialah hadits hasan shahih)

Dengan demikian bentuk nan menyerupai seorang nan sudah meninggal ialah setan dari golongan jin. Lalu apakah ia ialah qorinnya dari golongan jin ataukah jin nan lainnya? Wallahu A’lam sebab hal ini termasuk kedalam permasalahan ghaib nan membutuhkan dalil-dalil nan berasal dari wahyu Allah swt.

Wallahu A’lam

Ustadz menjawab

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy