Terlalu Dekatkah Saya dengan Dosen Pembimbing?

Terlalu Dekatkah Saya dengan Dosen Pembimbing?

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Ustadzah, aku bersyukur sekali dapat konsultasi dengan usdzah walau hanya lewat e-mail.

Saya seorang mahasiswi perguruan tinggi di suatu kota X. Seperti biasanya, mahasiswi memilki dosen pempimbing akademis nan akan membantu mahasiswanya buat menyelesaikan masalah terutama dalam belajar. Nah kebetulan aku sering sharing masalah ke bapak dosen pembimbing aku tersebut dan untungnya solusi dari masalah nan diberikan si bapak cukup dapat memberikan pemecahan. Dan akhirnya aku jadi sering konsultasi ke bapak dosen tersebut.

Dilihat dari kedekatan aku dengan bapak itu menurut aku tak terlalu berlebihan. Nah kebetulan lagi, aku dengan bapak tersebut juga satu organisasi. Yang ingin aku tanyakan di sini. Apakah tindakan aku ini salah dipandang dari konteks keIslaman? Apakah menurut ustadzah hal ini dapat menimbulkan rekaan bagi aku dan si bapak sendiri?

Jazakillah khairankatsira

Ukhti H di kota X

Assalammu’alaikum wr. wb.

Ukhti H nan sholehah,

Memang enak ya jika kita dapat berjumpa dengan orang nan dapat memberi begitu banyak pengetahuan pada kita. Tentu saja kita akan bahagia bertemu dengannya sebab begitu banyak kegunaan nan dapat kita peroleh dengan berbicara dengannya.

Jika pembicaraan nan berlangsung ialah dalam rangka menuntut ilmu ataupun membicarakan hal nan bermanfaat bagi kepentingan umat maka tentu saja tak ada nan salah dengan itu. Kepada siapapun, baik lelaki atau perempuan, boleh saja kita bertukar pikiran.

Namun memang adab dalam melakukannya memang perlu diperhatikan. Jika Anda risi akan ada rekaan maka berusahalah buat tak berada pada situasi nan menimbulkan fitnah, misalnya janjian buat tukar pikiran berdua di satu loka dan semacamnya.

Dalam hal ini tentunya kepekaan hati Anda memang harus bermain.Apalagi hati nurani biasanya juga tak dapat ditipu, ketika kita sudah masuk ke wilayah terlarang maka biasanya nuranipun akan protes dengan perasaan gelisah dan kekhawatiran. Jika demikian maka tandanya sudah mulai ada nan salah dengan motivasi rendezvous dan pembicaraan Anda dengannya.

Selain itu memang perlu diperhatikan seringkali terjadi kasus "penyakit hati" dampak dari rendezvous nan terlalu intens antara laki-laki dan perempuan bukan mahrom, apapun bentuk dan niat awal dari rendezvous ataupun pembicaraan tersebut. Oleh sebab itu Anda ialah penjaga hati Anda sendiri dan Anda juga penjaga nama baik diri Anda sendiri.

Jadi jika Anda bertanya, apakah rendezvous nan terlalu sering meskipun buat pembicaraan nan "baik" bisa menimbulkan fitnah, maka jawabannya ya. Karenanya perhatikan adab rendezvous dan pembicaraan nan Anda lakukan bersamanya. Wallahu’alambishshawab.

Wassalammu’alaikum wr. wb.

Rr Anita W.

Konsultasi

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy