Tissue Pembersih Galon Air Minum

Tissue Pembersih Galon Air Minum

Ustadz nan terhormat, pada umumnya kita sudah terbiasa dengan mengkonsumsi air mineral dari aqua galon. Setiap kita akan menggunakannya tentu di sekitar tutup botolnya dibersihkan dengan tissue terlebih dahulu. Setelah aku cermati tissue pembersih tersebut mengandung cairan beraroma ethanol (alkohol). Saya kenal aroma tersebut sebab sering menggunakannya di lab. loka kerja saya. Nah, apabila di sekitar mulut botol nan dibersihkan itu masih tersisa butir-butir cairan (beralkohol) tersebut, dan pada saat membalikkan botol kemudian ikut terlarut dalam air mineral nan akan kita minum, maka bagaimana hukum meminum air mineral tersebut, padahal alkohol nan ikut terlarut sedikit? Mohon pula keterangan haditsnya. Terima kasih.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang masalah nan Anda tanyakan ini cukup menggelitik rasa ingin tahu kita. Sebab umumnya orang berpandangan bahwa alkohol itu identik dengan minuman keras atau khamar. Maka bila sebagian dari alkohol itu bercampur dengan apa nan kita makan dan minum, dikesankan menjadi tak halal.

Namun perlu Anda cermati hal-hal berikut ini agar menjadi jelas persoalannya.

1. Bahwa para ulama tak sepakat mengatakan bahwa alkohol itu identik dengan minuman keras atau khamar. Memang sahih bahwa kebanyakan minuman keras itu mengandung alkohol. Namun bukan berarti segala zat makanan atau minuman nan di dalamnya terkandung alkohol boleh dikategorikan sebagai khamar.

Sebagai orang nan mengerti kimia, Anda niscaya tahu bahwa sesungguhnya alkohol itu secara alami terdapat di dalam sebagian jenis makanan. Misalnya di dalam tape dan beras ketan. Toh kita tak akan mengatakan tape dan beras ketan itu khamar lantaran mengandung alkohol, bukan?

Jadi apalah artinya butir-butir residu alkohol bekas membersihkan mulut botol galon, dibandingkan dengan kadar alkohol di dalam makanan kita?

2. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan LP-POM-nya telah menetapkan kehalalan jenis makanan atau obat-obatan nan mengandung alkohol, bila memang diperlukan. Misalnya buat pelarut obat. Hanya saja kadar maksimalnya tak boleh lebih dari%.

Kalau dibandingkan dengan butiran residu alkohol di galon minuman anda, sudah niscaya tak akan melebihi 1% kan? Jadi kalau mau pinjam fatwa MUI, tetap masih aman.

3. Namun buat menghindari rasa syak di hati, ada baiknya sebelum galon itu dipasang kembali, dibiarkan saja dulu selama beberapa saat agar butiran residu alkohol menguap. Bukankah alkohol itu memang cepat menguap dalam waktu singkat? Jadi setelah kering, barulah Anda pasang. Maka Anda kondusif dari rasa ragu.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc

Makanan

advertisements

Abu Haidar 2018 - Contact - Privacy Policy