Zakat Untuk Keponakan

Zakat Untuk Keponakan

Assalamualaikum wr. wb

Saya seorang muslimah dan saat ini aku sedang menempuh studi S-3. Dari beasiswa nan aku peroleh biasanya aku mengeluarkan zakat buat keponakan dari kakak laki-laki saya, sebab kakak aku berpenghasilan sangat minim sehingga keponakan aku kekurangan biaya buat sekolah. Apakah zakat nan aku keluarkan selama ini absah hukumnya?

Pertanyaan berikutnya, suami aku mempunyai 3 saudara perempuan nan semuanya sudah bersuami tetapi hidupnya masih kekurangan. Apakah boleh jika suami aku memberikan zakatnya buat saudara perempuannya?

Terima kasih

Wassalam

Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Adinda nan baik.

Selamat ya ibu memperoleh kesempatan menempuh studi S-3 nan sporadis ditempuh oleh orang lain, mudah-mudahan cepat selesai mendapat gelar Doktor dan bermanfaat ilmunya. Amin.

1. Dalam Islam, tak ada embargo memberikan zakat buat biaya sekolah keponakan dari kakak laki-laki ibu sebab kakaknya berpenghasilan sangat minim dikatagorikan absah hukumnya menurut ulama. Sebab keponakan ialah bukan tanggung jawab ibu secara langsung dan adanya dalil ibu wajib membantu saudara ibu sebab kemiskinan atau berpenghasilan sangat minim. (QS. At-Taubah (9): 60). Orang-orang nan hayati dibawah kemiskinan sudah tentu berhak atas zakat (mustahik zakat). Jadi, jika kemiskinan tersebut inheren pada keponakan orang nan wajib berzakat seperti ibu, maka keponakan tersebut boleh menerima zakat. Tentu saja jika kita membantunya disertai infak dan sedekah akan lebih baik dan utama.

2. Zakat buat tiga saudara perempuan nan sudah berkeluarga dan hidupnya masih kekurangan pun sama yaitu diperbolehkan. Sebab, mereka bukan/tidak menjadi tanggung jawab ibu secara langsung dan kebetulan mereka berada dalam status kurang mampu (fakir miskin) dan bukan atas nama saudara (kakak/adik).Tergantung niat ibu apakah ingin berzakat atau bersedekah, jika berzakat maka jadi hukum ibadah zakat sebaliknya jika niat sedekah maka menjadi amalan sedekah. Nabi saw. Beliau juga berkata kepada Abu Thalhah ra tentang sedekah nan akan ia berikan, “Berikanlah kepada kerabat dekat!” (HR al-Bukhari).

Ada keutamaan memberikan sedekah atau zakat buat mereka selain mendapat pahala sedekah juga mendapat pahala silaturahim. Namun, apabila zakat nan berikan kepada mereka nan memang menjadi tanggung jawab ibu langsung seperti Bapak/ibu/ dan anak sendiri maka tak bernilai zakat melainkan infak nan besar pahalanya.

Dan tentu saja akan menjadi lebih baik lagi, jika zakat tersebut disalurkan kepada Amil Zakat nan amanah, terpercaya dan terbuka buat menyalurkan zakat kepada nan lebih berhak, adil dan terdistribusi dengan baik tak menumpuk pada satu orang atau beberapa orang.

Demikian semoga bisa dipahami. Waallahu A’lam.

Muhammad Zen, MA

Konsultasi

advertisements

Abu Haidar 2017 - Contact - Privacy Policy